Dampak penerjemahan pada perubahan budaya ternyata merupakan bagian dari dinamika sebuah bahasa. Karena penerjemahan berkaitan dengan bahasa, maka bahasa ini pun berpengaruh pada sosok suatu kebudayaan. Penerjemahan telah berdampak banyak pada dinamika budaya yang ada dalam suatu masyarakat dan jika diperhatikan ternyata banyak hal yang dapat diungkapkan mengenai keteraitan antara peran penerjemah dan penerjemahan dalam perubahan suatu budaya di Indonesia.

terjemahan buku dan perubahan budaya

Hubungan Antara Bahasa dan Perubahan Budaya

Ada banyak sekali teori yang menerangkan tentang hubungan bahasa dan kebudayaan. Sebagian teori ada yang menyatakan bahwa bahasa merupakan bagian dar sebuah kebudayaan, namun ada pula sebagian yang lain menyatakan bahwa bahasa dan kebudayaan merupakan dua hal berbeda yang saling berkaitan erat antara satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.

Teori lain ada yang menyatakan bahwa perubahan budaya sangat dipengaruhi oleh bahasa, sehingga segala hal yang terjadi pada sebuah kebudayaan dapat terlihat atau tercermin melalui bahasa. Namun, ternyata ada juga yang menyatakan bahwa bahasa sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang ada dan kebudayaan juga dipengaruhi oleh cara berpikir manusia atau masyarakat penuturnya.

Menurut Koentjaraningrat yang dikutip dari buku karya Abdul Chaer dan Leoni yang menyatakan bahwa bahasa bagian dari kebudayaan. Ha ini menunjukkan bahwa hubungan budaya dan bahasa merupakan subordinatif, di mana bahasa merupakan bagian dari kebudayaan. Namun, tetap saja ada yang menyatakan bahwa kebudayaan dan bahasa memiliki hubungan koordinatif yaitu kebudayaan dan bahasa memiliki kedudukan yang sama.

Masinambuw menyatakan bahwa bahasa dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat melekat erat dalam kehidupan manusia. Jika kebudayaan merupakan sebuah sistem yang mengatur interaksi manusia dalam suatu masyarakat, maka kebahasaan merupakan suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana atau media yang mendukung terjadinya interaksitersebut. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa bahasa dan kebudayaan sangat berkaitan erat bagai dua sisi pada mata uang.

Fenomena Antara Bahasa dan Budaya

Bahasa merupakan produk dari suatu kebudayaan yang sekaligus sebagai wadah penyampaian kebudayaan dari suatu masyarakat. Salah satu fenomena bahasa terhadap kebudayaan yaitu misalnya saja budaya Inggris dan Indonesia yang sama-sama memiliki jumlah waktu 24 jam dalam sehari. Pada pukul 1 dini hari orang Inggris akan mengucapkan good morning pada temannya, sedangkan di Indonesia akan mengucapkan selamat malam.

Contoh lainnya ialah terjemah pada kata butuh, pada masyarakat Indonesia umunya butuh memiliki makna perlu. Namun beda lagi jika di Kalimantan, perlu ini memiliki makna kemaluan. Demikian pula dengan bahasa Jawa yang memiliki tingkat tutur ngoko dalam bahasanya, seperti pada kata aku, dalem, kulo, kawula, atau sampeyan, paduka, kowe, panjenengan.

Pengaruh Budaya Pada Perubahan Bahasa

Pengaruh perubahan budaya terhadap bahasa ini memang banyak ditemukan. Banyak sekali kata-kata baru yang muncul dengan membawa maknanya tersendiri yaitu untuk menggantikan kata atau istilah lama dengan istilah baru karena kata lama yang dianggap kurang rasional. Contohnya ialah kata wisatawan menggantikan kata turisme atau pelancong dan Kata darmawisata menggantikan kata piknik. Begitu juga dengan beberapa bahasa yang diplesetkan tidak lepas dari perkembangan pengetahuan, pertukaran budaya, dan kemajuan informasi. Mansoer Pateda menyatakan bahwa bahasa yang diplesetkan sangat berhubungan erat dengan pemakai bahasa dalam menyampaikan pemikiran, persaan dan keinginannya. Misalnya kepala diplesetkan menjadi kepala, tolong menjadi lontong, I am sorry menjadi ayam sorry dan berbagai perubahan bahasa lainnya dalam perubahan budaya.

Please follow and like us:
error: Content is protected !!
× Apa yang bisa kami bantu?