Akta perjanjian kerjasama adalah perjanjian antara subjek hukum, baik itu badan hukum atau orang dengan ketentuan yang mengikat dan akan berdampak juga dalam bidang hukum di masa depan. Aturan kerjasama antara satu pihak dengan pihak lain telah termaktub dalam KUH Perdata pasal 1313.

Apa Itu Akta Perjanjian Kerjasama? Apa Isi dan Kegunaannya
gambar : ilustrasi

Ada setidaknya empat hal yang menjadi syarat sebuah bukti kerjasama kedua belah pihak bisa dikeluarkan. Pertama, adanya kesepakatan antara pihak terkait, kedua adanya aturan yang mengikat kedua belah pihak, ketiga adanya objek perjanjian, dan keempat adanya pengesahan perjanjian.

Kegunaan dan Isi Surat Perjanjian Kerjasama

Secara sederhana, kegunaan dari surat perjanjian kerjasama adalah sebagai bukti sah yang bisa dipertanggungjawabkan kedua belah pihak di waktu yang dibutuhkan. Dengan adanya akta kerjasama, pihak-pihak terkait memiliki hak serta kewajiban yang harus dipenuhi untuk kepentingan bersama.

Ketika membuat surat perjanjian kerjasama, Anda akan menemukan isi berupa satu orang atau badan hukum selaku pihak pertama, orang atau badan hukum lainnya selaku pihak kedua. Selanjutnya butir-butir kerjasama akan dijelaskan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerjasama yang dijalankan.

Elemen terakhir dalam surat perjanjian kerjasama adalah adanya bubuhan tanda tangan, tanda kesepakatan antara pihak pertama dan pihak kedua yang disebutkan dalam akta tersebut. Kedua belah pihak harus menyimpan akta perjanjian kerjasama, sebagai bukti bahwa dokumen tersebut bisa menjadi bukti absah untuk berbagai keperluan.

Kantor jasa layanan terjemahan, translate, penerjemahan resmi tersumpah, sworn translator, penerjemah bersumpah untuk/dari bahasa Indonesia ke Inggris, China, Mandarin, Taiwan, Arab, Jerman, Belanda, Perancis, Jepang, Italia, Turki, Turkey, Hindi, India, Polandia, Swedia, Spanyol, Portugis, Thailand, Vietnam, Philipina dan bahasa asing lainnya.

error: Content is protected !!